Bandung kota yang amat seru
Apalagi saat tampil sang Pangeran Biru
Yang dengan gagahnya terus melaju
Ditemani para bobotoh yang mengharu biru
Saat Sang Pangeran meraih kemenangan
Aku berharap juara ada di tangan
Tapi yang terjadi jauh dari harapan
Kau selalu tampil mengecewakan
Kekalahan demi kekalahan tak terelakkan
Tapi itu tak menjadi soal
Memang hati pastilah kesal
Juara harus melalui jalan yang terjal
Tak cukup dengan kontrak yang mahal
Perlu dilihat masalah mental
Dan tindakan yang profesional
Apakah arti bobotoh sejati
Bobotoh yang terus mendukung sampai mati
Tak peduli apa yang terjadi
Bobotoh yang memenuhi Siliwangi
Saat Sang Pangeran gagah berdiri
Saat Sang Pangeran sakit justru pergi
Bukanlah bobotoh sejati
Tapi…
Bobotoh sejati akan terus menemani
Walau Sang Pangeran terperosok ke jurang degradasi
Walau Sang Pangeran sudah tak bertaji
Walau Sang Pangeran kalah tak henti
Walau Sang Pangeran hampir mati
Walau sudah tak ada matahari
Ayo, bangkitlah Pangeran Biru!
Aku ‘kan terus mendukungmu
Kau ‘kan selalu ada di hatiku
Doaku ‘kan selalu menyertaimu
Untuk kejayaanmu selalu
Selama jantung ini masih berdetak
Dan aku masih sanggup berdiri tegak
Dari hatiku kau takkan terdepak
(Puisi ini saya dedikasikan untuk tim Persib Bandung yg akan terus kudukung sampai ajal menjemput)